Waktu Untuk Sembuh

Tidak ada yang akan terus menetap. Sebab hidup memiliki masa. Setiap yang berawal pasti berakhir. Kau juga harus mengerti, ketika sesuatu sudah ditakdirkan berakhir, satu-satunya hal yang perlu kau lakukan adalah memulai langkah.

Aku tahu betapa pelik ketika harapan-harapan yang terbangun dalam angan pupus sirna tak bersisa. Aku sadar setiap orang berbeda-beda menyikapinya. Dan untukmu, barangkali kau memang cuma butuh waktu yang sedikit lebih lama untuk terbiasa. Itu pikiran positifku. Sedangkan prasangkaku, kau hanya terlalu sering mengubur dirimu dengan nostalgia masa lalu.

Aku ingin memberitahumu bahwa kadang pada kenyataannya ada cinta yang hanya hadir tanpa bisa diapa-apakan. Memberitahumu tentang berbagai alasan yang semestinya cukup untuk membuatmu berhenti dan menerima realita. Bahwa beberapa harapan ada, hanya untuk dilepaskan.

Iklan

Sambutan Dan Misi Balas Dendam

lampu-temaramSelamat datang di alamat dan rumah barunya kafe temaram.

Cukup berat rasanya melepas platform yang sudah membesarkan kafe temaram selama ini. Mulai dari yang pengunjung perharinya satuan sampai jadi puluhan. Mulai dari yang tulisannya masih lu-gue, sampai jadi seperti sekarang. Yah, kadang kita harus rela melepaskan sesuatu yang sudah kita genggam lama. Lanjutkan membaca “Sambutan Dan Misi Balas Dendam”

See You When I See You (Baik-baik ya)

Aku sempat khawatir saat Adi bilang kalau hubungan kalian sedang tidak baik. Komunikasi yang sulit terjalin karena kesibukan masing-masing. Memang, dalam hubungan jarak jauh, cuma komunikasi virtual lah obat yang paling terasa mujarab untuk melepas rindu. Sebab untuk sebuah pelukan, atau sekedar genggaman tangan, setahun sekali pun belum mungkin tentu terjadi. Tapi aku yakin kalau kalian ini orang-orang yang hebat. Aku yakin kalian kuat.

Aku memang belum pernah tahu bagaimana rasanya menjalani hubungan yang dibentang jarak. Tapi, memang butuh rasa pengertian yang besar kepada pasangan yang mungkin terlalu lelah disiksa kesibukan. Sungguh, aku benar-benar khawatir kalau nanti hubungan kalian bermasalah. 

Mungkin kalian tidak menyadari. Beberapa hal aku tuliskan karena terinspirasi dari kalian. Ada hal yang bisa kupelajari dari apa yang kalian jalani. Aku tidak rela kalau kalian kenapa-kenapa nanti.

Aku selalu menunggu saat kalian menuliskan tentang kalian berdua. Entah itu tentang kerinduan, atau pada saat kalian bertemu. Aku masih ingat tulisan kalian yang sampai sekarang terasa lekat di kepala. Itu adalah tentang saat kalian sedang menunggu. Bukan menunggu seseorang yang akan datang. Tapi menunggu waktu untuk saling melepaskan dan memberi waktu ada jarak untuk kembali berperan. Aku ikut merasakan getir yang kalian ceritakan. Menunggu saat-saat untuk dipisahkan. Itu berat.

Dan yang tidak kalah nyeseknya, ketika kalian memainkan sebuah permainan. Aku heran Adi dapat ide itu dari mana. Tapi kalau saja di film, momen itu mungkin akan jadi momen yang ikonik. Momen yang bakal lekat di kepala penonton. Nama permainan itu adalah “Menahan-Tangis-Sampai-Di-Rumah”. Permainan yang hanya berlangsung sesaat. Karena beberapa menit kemudian, kalian kalah bersamaan.

Adi-Deva. Kalian baik-baik ya. Kalian hebat. Semoga kalian baik-baik saja.

Eh, Eh, bulan ini kalian Anniv. bukan sih? Iya, kan?

Kafe Cinta @catatansiDoy

Jadi, setelah postingan ini, ternyata ada yang komentar pengen tahu apa isi bukunya. Berhubung memang lagi butuh inspirasi buat nulis. Sekalian aja gue bikin reviewnya. Sekalian belajar bikin review. Karena selama ini gue emang jarang banget ngereview. Soalnya gu ngga jagi ngereview. Terus.. *Ini apaan coba.

Jadi, buku karya @catatansidoy ini sebenernya udah agak lama. Terbitnya tahun 2013. Gue juga baru tahu. Soalnya tahun itu adalah awal-awalnya gue mainan twitter. Jadi belum kenal sama si @catatansidoy ini. Sekarang juga belum kenal sih. Cuma gue lagi jadi followernya aja. Dengan dibuatnya review ini mungkin dia akan sadar bahwa gue diam-diam memperhatikan dia sehingga dia bakal followback gue. *Ini apa lagi.

Judul bukunya Kafe Cinta. Isinya membahas tentang cinta. Gitu.
Eh gitu doang?
Anti klimaks banget!

Ya udah, gue tambahin nih!

Singkat aja, ya. Buku ini menceritakan perjalanan cinta seorang Radit. Dia punya mimpi kuliah S2 di luar negeri. Tapi pacarnya, Icha, nggak mau ngejalanin hubungan LDR. Mereka putus di tempat yang sama dengan saat mereka jadian. Di Kafe Dixie. Pasca putus, Radit jadi kacau. Imbasnya dia gagal kuliah di luar negeri. Radit akhirnya bekerja sebagai Manajer di Kafe Dixie. Harapannya sih supaya dia bisa ketemu lagi sama Icha. Selama dia bekerja di kafe, di situlah dia bertemu dengan berbagai cerita. Yang pada puncaknya, Radit dipertemukan kembali dengan Icha. Bukan untuk kembali bersama, melainkan agar Radit sadar dan melanjutkan hidupnya.

Garing banget kan, ya? Lo sih maksa lanjut!
Kira-kira gitu lah ceritanya. Buku ini cocok banget buat lo pada yang lagi berusaha move on. Kalau penasaran sama cerita lengkapnya, beli!

Okelah, semuanya saja.

Sampai ketemu di postingan selajutnya 🙂

Jadi, Kapan Kamu Ke Sini?

Memangnya salah, ya?
Saat aku punya perasaan lebih sama kamu. Mengusahakan yang terbaik buat kamu. Rela ngelakuin apa aja buat kamu. Ngorbanin waktu, fikiran, tenaga bahkan isi dompet buat nyenengin kamu. Memangnya salah, ya? Kalau aku sebegini sayangnya sama kamu. Berharap kamu bisa nerima aku jadi salah satu bagian terpenting di hidup kamu. Salah?

Kadang aku mikir. Apakah kamu terlalu bodoh? Sampai-sampai kamu nggak pernah bisa membaca semua yang udah aku lakuin buat kamu. Atau aku yang terlalu keras kepala karena nggak pernah menanggapi sikap kamu yang acuh sama semua perhatian yang udah aku tunjukin? Tapi aku memang sayang banget sama kamu.

Pintu hatiku selalu terbuka buat kamu. Aku selalu siap menyambut kedatanganmu di ruang hatiku. Aku selalu nunggu kamu untuk datang dan mengakhiri segala sepi yang kurasakan saat nunggu kamu. Kapan kamu sadar?

Sekarang, bahkan aku udah kayak orang gila. Ngomong sendirian di dekat pintu kamar kos. Menatap nanar keset yang tergeletak di depanku. Dengan tulisan besar WELCOME dan wujudnya yang sudah mulai kusut, aku jadi ngerasa kalau keadaan hatiku juga mungkin seperti itu sekarang. Udah mulai kusut karena terus nungguin kamu. Meskipun udah sering tersakiti tapi tetap masih mau nerima kamu. Selalu berharap kalau kamu bakal datang ke sini, dan menutup cerita kita dengan manis seperti serial-serial di FTV.

Aku masih nungguin kamu. Kapanpun kamu datang, aku akan tetap welcome sama kamu. Jadi, kapan kamu kesini?

Berbeda Ceritanya

src : deviantart.com
Jika aku tidak pernah di sini, pasti akan berbeda ceritanya. Kita tidak akan pernah bertemu, saling kenal, lalu jatuh cinta. Mungkin saat ini kita sedang menjalani kisah masing-masing tanpa saling mengetahui. Mungkin juga saat ini aku sedang kebingungan karena habis uang bulanan. Mungkin saat ini, aku sedang meratap bersama malam. Semoga besok, ada yang berbaik hati berbagi makan.

Namun begitulah takdir. Dia membawaku menjalani fase yang satu ke fase yang lainnya. Seolah ingin memberitahuku tentang sesuatu yang aku tidak mengerti itu apa.Ia hanya memintaku untuk mengikutinya. Hingga akhirnya. Aku di sini.

Bersamamu. Mencoba mengukir kisah. Yang pastinya jauh dari kata sempurna. Kita menjadi dua orang yang saling mencoba. Menjejaki dunia yang tak terbayangkan sebelumnya. Seandainya aku tak kembali, pasti beda ceritanya. bisa jadi, kita tidak pernah ada.

Kenapa?

Aku ingin menyalahkan angin yang membelai rambutmu. Menerbangkannya hingga melambai. Memancarkan pesonamu hingga aku luluh. Aku ingin menyalahkan angin. Sebab itu aku jadi jatuh cinta padamu.

Eh, aku juga ingin menyalahkan segelas minuman itu. Saat aku tak sengaja tersandung dan minuman itu mengenaimu. Menodai bajumu. Yang sebab itu aku jadi lebih dekat denganmu.

Aku juga ingin menyalahkan sepeda itu. Yang saat hari Minggu untuk pertama kalinya kita jalan-jalan bersama. Yang sebab itu, aku selalu rindu tanganmu yang memegang sudut bajuku.

Aku ingin menyalahkan bunga itu. Bunga yang sengaja ku siapkan untuk menyatakan perasaanku. Yang sebab itu, aku jadi tahu bahwa kamu hanya menganggap aku sebagai sahabatmu. Aku ingin menyalahkan semuanya. Aku kesal. Kenapa tidak bisa aku denganmu saja. Kenapa tidak bisa kamu menerimaku. Kenapa?

Kenapa cinta ini harus tumbuh untukmu. Kenapa?