Mas-Mas Yang Sepi

mas-mas-yang-sepi
pexels

Lembar Notepad yang menjadi tempat saya merangkai draft tulisan berulang kali kembali kosong ketika saya merasa kata-kata yang mulai saya jahit terasa kurang pas. Sudah beberapa waktu begini. Bikin rungsing sendiri.

Barangkali kamu juga sudah lupa, ya. Ketika saya bikin status yang kira-kira bertuliskan begini (Males scroll timeline buat bikin capture karena akan ngehabisin paket, lagi pula itu sudah cukup lama)

“Dibilang bribik. Tapi bribik-ku cuma ke kamu, tuh. Gimana?”

Sekarang-sekarang saya jadi merasa hal semacam itu sudah tidak lagi saya lakukan semenjak kita sudah jarang berkomunikasi, dek (kamu sempat geli pas tak panggil gini kan, ya. hehe). Dan pun sudah tidak saya lakukan lagi ke kamu ketika ada kesempatan untuk ber-chatting ria. Semakin lama, jadi semakin segan. Memang sulit, kalau di hati sudah tumbuh perasaan dan hasrat untuk jadi lebih dari sekadar teman.

Oh iya, dek. Kalau saya boleh jujur. Ada sedikit cemburu ketika di akun sosial mediamu kamu menuliskan inisial seseorang. Nggak cuma sekali soalnya. Kamu nulis beberapa kali. Saya kurang lebih bisa nebak siapa orang itu. Tapi kan saya nggak boleh suuzhon kan, ya. Jadi ya, gimana lah. Soalnya tetap nyesek juga. Sedikit tapi. Tapi nggak sedikit banget. Tapi ya gitu lah pokoknya.

Kok saya tahu?

Hahaha. Iya aku stalking-in kamu, dek!

Saya ngaku!

Asem tenan, kan?

Padahal kebiasaan ini sudah tak cuba buat dihilangkan semenjak saya belajar move on beberapa tahun lalu. Eh, sekarang malah tak baleni. Cari mati memang saya ini.

Tapi ya begini lah lelaki ini, dek. Sudah lah handphone selalu sepi dari notifikasi. Bunyi pun kalau ada yang iseng ngeritwit kicau saya, notifikasi status terbaru dan ulang tahun seseorang yang entah siapa entah dari facebook, dan SMS dari operator. Ditambah lagi sudah beberapa minggu ini handphone saya mulai gampil sekali kehabisan daya. Parahnya sekarang, sudah pun di-charge seharian, daya habis dalam hitungan menit. Tambah sepi hidup lelaki ini, dek.

Sudah ya, dek. Kalau merasa nggak perlu, nggak usah kamu tanggapi keluhan lelaki ini. Oh iya, dek. Barangkali temanmu ada yang pengen namanya tak bikinkan handletter seperti gambar di bawah ini, suruh main aja ke sini, ya. Terus arahkan untuk klik link ini. Gratis. Tapi untung-untungan, sih. Tapi nggak apa-apa lah ya, kan. Biar saya agak ada kerjaan selain ngangenin kamu.

Sekian dulu, dek. Sampai ketemu kapan-kapan.

your-name-giveaway
#kafekasihjauh
Iklan

2 pemikiran pada “Mas-Mas Yang Sepi

  1. Kalau gue udah mulai ngilangin kebiasaan nulis hapus, nulis hapus, sih. Wahaha. Editnya belakangan aja. Sedih kalau lembar notepad atau Ms. Word kosong. :’)

    Jangan kebanyakan stalking, Mas. Nanti semakin perih. Biarkan si adek bahagia. 😦

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s