Terimakasih, Sudah Pernah Hadir

Hai…

Tuhan masih membiarkan aku hidup. Setidaknya hingga saat ini. Saat aku mengetik tulisan ini. Tanggal 1 di bulan Januari baru saja berlalu. Ucapan selamat tahun baru masih ditayangkan di televisi. Entah bagaimana kalian melewati gegap gempita pergantian tahun beberapa malam yang lalu. Semoga tetap menyenangkan.

Perubahan itu niscaya. Setidaknya itu yang mencoba Raditya Dika sampaikan melalui film Cinta Dalam Kardus yang baru saja ditayangkan oleh salah satu stasiun TV, beberapa jam yang lalu. Tak pernah ada yang bisa bertahan dengan benar-benar sama di dunia ini. Ada sesuatu yang memaksa. Sesuatu itu bernama, waktu.

Sebuah hubungan yang berawal indah, seiring waktu mulai berubah. Yang awalnya menyamankan, belakangan mulai menekan. Yang awalnya manis, perlahan menjadi pahit. Entah apa yang sedang dibuktikan oleh waktu, kala itu. Beberapa hari yang lalu seorang kawan mendatangiku, sedikit bercerita tentang kandasnya hubungan yang baru 4 bulan dibina. Dia bilang, sudah tidak bisa lagi dipertahankan. Sudah berubah.

Waktu itu penggerus yang hebat. Dia bisa merapuhkan yang awalnya kuat. Pembalap yang tangguh tak terhentikan. Dan pembuka topeng yang handal. Sehebat apapun seseorang bermain peran dibalik topeng. Waktu akan membukanya. Barangkali waktu adalah hamba sejati Tuhan. Pasrah mengikuti alur yang Tuhan sediakan tanpa protes.

Setiap yang ada di dunia memiliki masa. Seperti kita.

Awalnya kukira tak akan ada banyak hal yang berubah. Nyatanya, rasa yang tumbuh dalam dada membuat semuanya perlahan berbeda. Pertemanan kita tak lagi sama.

Sudah sempat kuucapkan.

“Terimakasih untuk tidak pergi setelah aku membuka diri.”

Kini, perlahan aku harus bersiap, untuk bilang:

“Terimakasih, sudah pernah hadir.”

Aku tidak yakin. Siapa yang sebenarnya berubah. Apakah kamu yang mulai menjauh. Atau malah aku yang semakin egois. Tapi kurasa, karena sepertinya aku yang memulai. Aku yang berubah. Maaf.

Hilangku mungkin tak ada artinya buatmu. Tak apa. Mengetahui kau baik-baik saja, itu cukup.

——————

Tulisan ini dibuat saat malam pergantian tahun. Baru sempat saya publish sekarang. Mengakhiri tulisan kali ini, izinkan saya bertanya satu hal. Ketika kalian menyayangi seseorang, apa yang paling kalian inginkan dari orang tersebut?

Iklan

2 pemikiran pada “Terimakasih, Sudah Pernah Hadir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s