L.D.R.

Jarak ini tidak lebih panjang dari cintaku untukmu. Kuat, ya. πŸ™‚
Yang saya tahu, sebagian orang memang tidak percaya bahwa cinta yang dibentang jarak akan bertahan lama. Saya mengerti kekhawatiran mereka. Mereka tidak salah sepenuhnya. (Tuh buat para pejuang jarak, gue belain.)
Saya memang bukan salah satu dari pelaku cinta jarak jauh. Tapi saya mengakui siapapun yang berani menjalani dan bertahan untuk percaya, mereka hebat. Bukan hal mudah menanggapi pertanyaan-pertanyaan semacam:

“Pacar lo mana?”
“Yakin dia setia di sana?”
“Yakin, dia nggak selingkuh?”

Atau mungkin cibiran seperti:

“Pacaran sama hp, ya.”

Itu sama berbahayanya dengan pertanyaan “Kapan nikah?” Buat para jomblo.

Jarak hanya membentang raga. Bukan rasa. Itu sebabnya saya percaya sejauh apapun jarak yang membentang, apabila hati kuat dalam keyakinan, tak akan ada masalah. Memang tak mudah. Makanya saya bilang mereka (pelaku LDR) itu hebat.

Ngomong-ngomong soal LDR. Saya suka sama pasangan Ini dan Ini. Saya nggak tahu pasti sih mereka ini dari planet mana. Tapi setiap kali mereka menuliskan kisah tentang pertemuan dan kerinduan mereka, rasanya tuh, gimana ya. Pokoknya kalau kalian baca kalian akan berkomentar “Hebat, ih.” Saya tak jarang dibuat tersenyum guling-guling(?) sama cerita yang mereka tuliskan. Absurd!

Saya do’ain biar pasangan ini menikah, terus langgeng sampai akhir hayat. (Tuh Di, Dep. Gue do’ain! baik kan, gue!)

Saya punya keinginan suatu saat bisa ketemu sama mereka. Kalaupun nggak direncanakan alias papasan di jalan doang nggak apa-apa sih. Soalnya takut nggak sanggup ngelihat mereka berdua. Hehehe. Yah meskipun sekarang saya masih jauh dari sana. Selama nafas masih dikandung badan, dan bayar tiket masih pakai duit yang syaratnya nggak harus bawa pasangan, bisa aja kan.Β 

Lagi pula heran deh kadang, sama orang-orang. Udah tahu datangnya bawa motor sendirian. Masih juga ditanya; “Lo sendirian?”. Huft!

Tapi Jomblo juga LDR kok.Β  Tapi pasangannya masih belum diketahui. Rindu-rindunya cuma bisa disampaikan lewat do’a. Lalu mengikhlaskan Tuhan yang menyampaikan semuanya. Tugas si jomblo, memantaskan diri.

Buat yang mau baca-baca kisah mereka, bisa mampir langsung ke blognya: Ini dan Ini. Ada juga blog yang mereka kelola barengan. Inih!

Iklan

17 pemikiran pada “L.D.R.

  1. Iya, pasangan yang LDR memang keren. Hebat. Tapi tak jarang pula yang gagal. Hehehe.
    Aku pun kagum sama pasangan Deva – Mas Adi. Mereka kereeeen. Bisa bertahan selama ini. Semoga mereka memang berjodoh. πŸ™‚

    Dan kamu Key, semoga nggak jomblo lagi. Aamiin. Hahaha. \o/

    Suka

  2. yaa bisa dibilang LDR itu samadengan JOMBLO 😦 miris dengernya..
    LDR itu hanya bisa dianut oleh orang-orang hebat :). Yups 3 kalimat itu yang sering terlontar oleh teman-teman pada gue. Tapi ya udahlah, asalkan saling percaya aja.

    Suka

  3. Halo, Key. Sebelumnya makasih ya udah ditulisin. Doanya diaamiinkan πŸ™‚
    Hmm ngomongin jarak emang jadi favorit gue. Bukan, bukan karna gue lagi ngalaminnya. Tapi emang bener, ldr hanya untuk pasangan pasangan hebat. Gimana enggak, disaat yang pacaran jarak dekat lagi kangen bisa langsung meluk, kita yang terbentang jarak apalah daya. Tapi satu yang perlu diinget oleh semua yang berpasangan, pada dasarnya, semua yang berpacaran itu sebenernya ldr juga. Yang membedakan hanya seberapa jauh jaraknya. Yah, kecuali kalo lo emang udah tinggal serumah.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s